Tidak Bawa SIM = Tidak Punya SIM?

Posted: September 1, 2011 in Uncategorized

Saya pernah menonton Kabar Petang di TV One yang mengangkat masalah legalisasi ganja. Dari Ketua Tim penuntut legalisasi tersebut mengatakan hal yang mendasar mengenai hukum, yaitu pada intinya seseorang yang menggunakan/ pemakai sebenarnya memiliki hak asasi kebebasan atas apapun yang dimasukkan ke dalam tubunya tanpa ada larangan oleh orang lain, dengan catatan selama tidak mengganggu orang lain. Lalu penalaran saya berkembang kepada dasar/ asal mula hukum ada di sebuah lembaga yaitu keteraturan dan keamanan yang terkait dengan nilai dan norma.
Kemudian pemikiran saya meluas kepada peraturan lalu lintas. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa peraturan kita merupakan warisan dari Belanda yang telah lama menjajah kita sekitar 3,5 abad, namun semua terasa janggal pada kenyataannya(menurut saya pribadi). Pada intinya hukum di adakan untuk mengatur demi kepentingan bersama (baik diri sendiri atau pun bagi orang lain). Ambil contoh pada peraturan lalu lintas, pengendara motor roda dua wajib menggunakan helm yang berstandar SNI demi keselamatan pengendara itu sendiri, maka atas dasar keselamatan pengendara itulah hukum ada bersifat “memaksa” kepada pengendara untuk tertib dalam memakai helm.
Namun, dasar ini tidak berlaku pada peraturan tentang SIM yang mengatur agar setiap pengendara bermotor wajib membawa SIM. Kalau dilihat secara mendalam SIM memang sangat penting karena berpengaruh kepada keselamatan pengendara bermotor dan orang lain. Seseorang yang normalnya memiliki SIM berusia min.17 tahun dan secara fisik dan mental sudah siap diberi kepercayaan untuk mengendarai kendaraan bermotor yang sudah tentu sangat berpengaruh terhadap keselamatan dia sendiri dan orang lain. Hal yang membuat saya merasa “kurang adil” adalah perlakuan yang sama (sanksi) mengenai seseoarang yang membawa SIM dan seseoarang yang tidak memiliki SIM. Seseorang yang tidak membawa SIM (punya SIM) tentu memiliki kemampuan secara fisik dan mental dalam mengendarai motor, namun kesalahannya adalah tidak membawa surat bukti yang menyatakan kesiapannya tersebut. Berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki SIM tentu hal ini dipertanyakan, apakah secara fisik atau mental belum sanggup mengendarai motor atau alasan lain misalnya faktor ekonomi (membuat SIM perlu biaya). Nah dari dua gambaran di atas sudah jelas bahwa kedua pengendara ini berbeda, namun memiliki nasib sama (tidak ada SIM di waktu yang sama). Hal ini tentu menjadi sungguh ironi di mana seseorang yang memiliki secara hukum kesiapan berkendara disamakan dengan seseorang yang belum tentu memiliki kesiapan secara hukum untuk berkendara. Dimana keadilan sebenarnya?
Mungkin hukum ini bersifat mutlak, namun secara manusiawi hal ini tidak memiliki toleransi. Manusia “harus” tidak boleh lupa, padahal pada hakekatnya manusia adalah tempatnya lupa, dan tidak ada di dunia ini manusia yang sempurna dan tidak pernah lupa. Keadaan ini mengusik nurani saya yang memandang ketidakadilan dalam perlakuan ini.
Lalu bagaimana solusinya? Tentu ada, alangkah bijaknya jika seseorang yang lupa membawa SIM (memiliki SIM) mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki SIM. Pengendara yang memiliki SIM hendaknya diberikan kesempatan untuk menunjukkan SIMnya dalam jangka waktu 24 jam sehingga menghindari dari pembuatan SIM instan untuk menghindari sanksi yang lebih berat (tidak memiliki SIM). Dan hal ini tentu bersifat manusiawi dan toleran bagi pemilik-pemilik SIM sehingga mereka tidak merasa terabaikan. Tentunya tidak ada manusia yang ingin menghadapi kesulitan, sebatas kemampuan manusia dia akan selalu menghindari kesulitan itu.
Semoga tulisan saya, dapat berguna bagi semua,,,

Iklan

Silakan komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s