Pilih sesuai dengan pendapat kamu pada saat mengerjakan soal Try Out IPA,,,,

Akhirnya,,,,,

Posted: Maret 8, 2011 in Uncategorized

Kenapa ya,,, beberapa hari ini, saya tidak bisa menulis. Jangankan menulis, membuka blog aja ngga bisa. Namun akhirnya bisa juga dibuka,,,kenapa ya? tapi Btw Alhamdulillah,,,,

Mekkah Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Setiap bulan Rabiul Awal maka umat Islam selalu memperingati hari lahir Nabi besar Muhammad S.A.W. Berbagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di laksanakan di berbagai tempat, di antaranya di SDN Banjarbaru Utara 8 pada tanggal 25 Pebruari 2011 mulai pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 11.00 Wita. Pada malam harinya saya juga mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Langgar Darul Aman, Banjarbaru. Memang sebelumnya pada tanggal 14 Pebruari 2011 saya juga menghadiri/ ikut berpartisipasi di dalam Peringatan Maulid Nabi di CB Resto. Namun yang akan kita bahas adalah Peringatan Maulid Nabi yang baru saja dilaksanakan yaitu di SDN Banjarbaru Utara 8 dan di Langgar Darul Aman.

Tema Peringatan Maulid Nabi Muhammad di SDN Banjarbaru Utara 8

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Banjarbaru Utara 8 mengangkat tema Mari Kita Teladani Akhlak Rasullullah dalam Kehidupan Sehari-hari. Acara ini semua dilaksanakan oleh siswa, mulai dari pembawa acara, pembawa Qalam Ilahi, Saritilawah, dan Laporan Panitia Pelaksana. Acara ini dilaksanakan di ruang perpustakaan SDN Banjarbaru Utara 8 dan diikuti oleh peserta dari kelas 4, 5 dan 6 serta beberapa undangan dari sekitar sekolah.

Dua Punggawa SDN Banjarbaru Utara 8 (aneh foto koq berjauhan)

Pada acara ini didatangkan grup Maulid Habsy Putri dari Guntung Jingah sebagai pengisi acara. dan penceramahnya Bapak H.Mujeni. Beliau menyampaikan seputar mengenai kelahiran Nabi Muhammad SAW dan keagungan-keagungan Rasul. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan hikmat.

Tema Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Langgar Darul Aman

Pada malam harinya giliran di kampung saya yang melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tepatnya di Langgar Darul Aman.

Grup Mathorrurrahmah

Acara seyogyanya diselenggarakan dimulai pada pukul 21.00 Wita namun dapat dimulai pukul 21.30 Wita. Acara dimulai dengan Pembacaan Syair-syair Maulid Habsy yang dibawakan oleh Grup Maulid Habsy Mathorrurahmah Langgar Darul Aman.Pada pukul 21.30 Wita acara pun dimulai dengan membacakan surah Al Fatihah, kemudian pembacaan Qalam Ilahi yang dibawakan oleh Saudara Atthaillah.

KH.fauzan Herman, Drs.Said Abdullah,M.Si, dan Drs.H.M.Thamrin,Msi serta Bp.Zarkasi(kanan ke kiri)

Berikutnya sambutan Panitia Pelaksana yang disampaikan oleh Bapak Drs.H.M.Thamrin,M.Si yang kebetulan tokoh masyarakat dan pejabat (Kepala BKD Propinsi Kalimantan Selatan).

KH Fauzan Herman menyampaikan tausiyah

Setelah itu, Sambutan dari Walikota Banjarbaru dalam hal ini diwakili oleh Bapak Drs.Said Abdullah,M.Si selaku Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik. Setelah acara sambutan berkhir, lalu menginjak kepada acara Tausiyah yang disampaikan oleh Bapak.KH.Fauzan Herman dari Martapura. Beliau menyampaikan tentang akhlak Rasulullah di dalam kehidupan sehari-hari. Setelah penyampaian tausiyah maka dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak.KH.Fauzan Herman. Acara ditutup hingga kurang lebih pukul 12.30 Wita dan berjalan dengan lancar pula,Alhamdulillah.
Dan akhirnya, saya mengucapkan Selamat memepringati Maulidur Rasul semoga kita selalu mendapatkan syafaat Beliau, serta semoga kita selalu dijauhkan dari segala bala dan bencana.Amin…

Hari ini tanggal 18 Pebruari 2011 saya melakukan perjalanan ke Kota Banjarmasin,waktu yang ditempuh untuk melakukan perjalanan sekitar 1 jam (dengan kecepatan sedang 60 km/h). Saya berangkat dan kembali menggunakan Black Vixion yang selalu setia menemani saya. Riding dengan motor memang memilki sensasi yang luar biasa, angin yang berhembus, adrenalin dan PDnya itu lho.hehehe….
Pada perjalanan pulang sekitar pukul 14.30 Wita, saya dikejutkan oleh lampu yang menyala di siang hari tapi bukan DRL (Daytime Running Light) pada motor atau pada mobil. Lampu menyala ini berasal dari lampu jalan yang tepat berada di tengah-tengah medium jalan pada KM 22 Landasan Ulin Banjarbaru. Waduh, dalam pemikiran saya ternyata bukan hanya pada motor dan mobil saja yang DRL tapi sekarang pada lampu-lampu jalan pun sekarang sudah diterapkan DRL (mungkin takut dirazia hehehe).

Lampu jalan menyala walau pada siang hari


Terlepas mengapa lampu itu menyala, mungkin disebabkan kesengajaan atau tidak. Tapi yang saya kecewakan adalah tadi malam saya mengalami listrik padam, sedangkan ini lampu menyala pada siang hari. Pemborosan energi coy,,,hemat energi dan kurangi pemenasan global, DRL aja mengakibatkan Global Warming, eh ni lampu jalan ikut-ikutan. Indonesia negara tropis yang 80% cahaya matahari terus menyinari wilayahnya. Jadi terang aja, terus terang Indonesia tetap terang (kecuali malam dan mendung) dan tidak perlu penerangan jalan pada siang hari.
Semoga berkenan.

 
Sore tadi saya datang terlambat ke acara rapat Dewan Kesenian Kota Banjarbaru yang kami rencanakan,  hampir semua hadir pada acara tersebut yang memang sesuai rencana yaitu pada tanggal 12 Pebruari 2011 mulai pukul 17.00 s/d 19.00 Wita. Karena saya baru datang sekitar pukul 17.30 Wita, saya agak terkejut melihat teman yang sudah datang. Padahal tidak perlu terkejut karena memang sudah tahu datang terlambat dari yang direncanakan (Aneh). Agenda pertemuan pada kesempatan itu yaitu menyampaikan usulan program dari masing-masing Komisi Bidang Seni.

Sambil yang lain mengetik di laptop, lalu kami panjang lebar bicara mengenai Dewan Kesenian Kota Banjarbaru. Dari pembicaraan yang ada saya mendapatkan informasi tentang sejarah Dewan Kesenian Kota Banjarbaru hingga sekarang.

Sejarah ini bermula sekitar tahun 1992, saat itu Kota Banjarbaru masih berstatus Kota Administratif di bawah Kabupaten Banjar. Ada beberapa seniman Kota Banjarbaru yang berkumpul, diantaranya Bapak Heru (almarhum), Bapak Rusli, S.Pd, S.Ag, Bapak Thamrin (almarhum)dan Bapak Safri Kadir (almarhum). Salah seorang dari seniman tersebut yaitu Bapak Heru berinisiatif, walaupun sebenarnya beliau diberikan mandat oleh Pengurus Tingkat I Dewan Kesenian Propinsi Kalimantan Selatan, untuk mendirikan Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru. Perundingan sederhana ini akhirnya tidak sia-sia, dengan dibuktikannya hasil akhir berupa didirikannya Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru pada tahun 1992 dengan Ketua Umumnya Bapak Nafsiani Samandi.

Pada masa periode jabatan Nafsiani Samandi, Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru sudah aktif di dalam berbagai kegiatan kesenian walaupun masih pemerintahan Kota Administratif Banjarbaru masih berada di bawah pemerintahan Kabupaten Banjar. Periode Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru di bawah Nafsiani Samandi berakhir pada tahun 1997.

Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru terus mengepakkan sayap-sayap seninya dengan dilanjutkan tongkat estapet dari masa Bapak Nafsiani Samandi ke Bapak Rahmadi, BA sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru periode kedua selama Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru selama berdiri. Pada masa Bapak Rahmadi, BA, Dewan Kesenian juga terus mengekspresikan diri sebagai wadahnya para seniman dalam berkarya. Masa Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru berada di bawah Bapak Rahmadi, BA, berakhir hingga tahun 2001.
Karena pada tahun 2000 Banjarbaru melepaskan statusnya sebagai Kota Administratif dan menjadi Kota yang mandiri di Kalimantan Selatan sebagai Kotamadya, maka dimulai pada tahun itu Banjarbaru resmi lepas dari Kabupaten Banjar. Hal ini berdampak langsung pada Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru, yaitu dengan dideklarasikannya Dewan Kesenian Kota Banjarbaru sebagai pengganti Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru dibawah naungan Ketua Umum Bapak Ir.Noor Syahdi. Bapak Ir.Noor Syahdi menjabat sebagai Ketua Umum hingga periode tahun 2006.

Karena berakhirnya masa bakti Ketua Umum Bapak Ir. Noor Syahdi yang berakhir pada tahun 2006, maka dilakukan musyawarah pemilihan Ketua Umum yang baru. Setelah dilakukan musyawarah akhirnya yang ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kota Banjarbaru adalah Bapak Drs.Ogi Fajar Nuzuli, M.Pd, MAP. Dengan dipimpin oleh seorang tokoh pemuda, maka Dewan Kesenian Kota Banjarbaru pun seperti memiliki darah segar yang memberi warna pada perjalanannya hingga sekarang. Banyak sekali hasil-hasil kreasi yang telah ditorehkan Dewan Kesenian Kota Banjarbaru pada usia menginjak 18 tahun ini. Sayang, saya lupa bertanya tanggal berapa lebih tepatnya Dewan Kesenian Kota Banjarbaru lahir.

Tapi biar bagaimanapun, harapan saya pada Dewan Kesenian Kota Banjarbaru yang sudah remaja menjelang dewasa, karena paling tidak umur 18 tahun itu sudah memilki KTP (minimal 17 tahun), lebih berekplorasi lagi di dalam berkarya, karena saya yakin melalui kesenian kita dapat mengangkat harkat dan martabat kota kita.

Demikian narasi yang saya tulis, mohon maaf apabila ada salah dalam penulisan. dan saya akhiri dengan Salam Seni Banjarbaru.

Ketika Semua menjadi Sia-sia

Posted: Februari 8, 2011 in Uncategorized

Kali ini kita sedang menghadapi permasalahan, di mana kita yang telah berusaha dengan maksimal menjadi mantah, mengapa?
Semua kerja keras kita, usaha yang memiliki harapan kini terbuang percuma.
Usaha materi, tenaga bahkan waktu yang terporsir menjadi hal yang mubazir. Jikalau semua usaha ini gagal karena kita, itu tidak menjadi masalah. Tetapi hal ini justru disebabkan oleh orang lain. Usaha kita sudah sesuai waktu, regulasi, dan terarah tapi karena kesalahan orang lain, maka usaha kita menjadi hal yang sia-sia.
Semoga kita selalu menjadi orang yang sabar.Amin.

Assalamualaikum Wr.Wb,
Siapa yang tidak tahu dengan Traffic lamp kalo ulun menyebutnya lampu lalu lintas atau lampu merah. Pada dasarnya lampu lalu lintas ini memiliki fungsi yang sangat baik, yaitu sebagai pengganti polisi lalu lintas dalam bekerja mengatur lalu lintas di persimpangan. Apabila ada lampu lalu lintas maka para pengendara motor atau pun mobil bahkan pejalan kaki dapat teratur melewati jalan yang akan di lewati. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi pemakai jalan.
Lalu berbeda dengan keadaan yang ada pada lampu lalu lintas di simpang tiga Guntung Manggis Banjarbaru, apa masalahnya? yang jadi masalah sejak lampu lalu lintas itu ada, maka yang terjadi bukan kelancaran tetapi kemacetan. Penyebabnya adalah lampu hijau di jalan utama hanya 60 detik sama dengan lampu yang menyala di jalan persimpangannya. Belum sempat mobil atau pengendara lewat, lampu berwarna merah sudah menyala kembali, sehingga menyebabkan kemacetan sekitar 100 m dari lampu lalu lintas.
Sepertinya kondisi jalan pun belum siap untuk di tempatkannya lampu lalu lintas berda di sana, hal ini kembali lagi pada infrastruktur jalan yang terdapat lubang-lubang pada jalan lampu lalu lintas di sana. Mungkin hal ini juga menjadi salah satu penyebab karena mobil atau motor pada saat lampu hijau bergerak lambat melihat kondisi yang ada. Tapi pada intinya lampu lalu lintas adalah hal yang baik, karena pada hakekatnya tentu saja agar menertibkan para pengendara demi keselamatan bersama.
Namun, alangkah bijaksananya jika pengemasannya lebih akurat, aman dan efektif dari segi pengguna jalan. Sebaiknya pembagian waktu bisa dibagi seadil mungkin berdasarkan tingkat banyaknya pemakai jalan. Semoga yang saya tulis dapat bermanfaat bagi semua. Amin.
Wassalamualaikum Wr.Wb